Inter Milan Tak Kunjung Memberi Tahu, Dua Nama Striker Incarannya!

By admin 4 bulan ago

Direktur Inter Milan, Giuseppe Marotta, baru-baru ini memberikan pernyataan jika ia pernah mengungkapkan bahwa dirinya masih mencari dua penyerang baru untuk menemani Lautaro Martinez. Namun ia masih enggan membeberkan nama incarannya kepada publik. Ia masih rahasiakan nama-nama tersebut sampai saat ini.

Pada musim kemarin, Nerazzurri memiliki tiga penyerang yang biasa dimainkan secara bergantian. Mereka adalah Lautaro Martinez, Mauro Icardi, dan juga pemain yang dipinjam dari AS Monaco pada musim panas 2018 lalu, Keita Balde Diao.

Dan sekarang, Inter Milan harus menerima jika salah satu pemainnya Keita Balde sudah kembali ke pelukan klub asal Prancis tersebut. Sedangkan untuk Icardi masih berstatus sebagai penggawa Inter Milan. Tetapi untuk Marotta pernah menyatakan bahwa penyerang asal Argentina itu tak masuk dalam skema sang pelatih Antonio Conte musim depan.

Alhasil, Nerazzurri tinggal memiliki sosok pemain Lautaro Martinez yang bisa diandalkan sebagai ujung tombak. Itulah mengapa Marotta disibukkan dengan aktivitas transfer musim panas ini, yang dengan tujuan mencari pendamping pria yang juga berasal dari Argentina itu.

“Satu striker adalah yang berpengalaman, sedangkan lainnya adalah pemain yang lebih muda potensial,” tutur Marotta, yang dulu pernah menjabat sebagai direktur olahraga Juventus dan Sampdoria, kepada Gazzetta dello Sport.

“Saya takkan menyebut namanya, itu tidak sopan. Tapi saya ulangi: tugas kami adalah membangun tim yang kuat dengan melihat kemungkinan pemain terbaik. Sebagian besar dari pekerjaan kami sudah selesai,” lanjutnya.

Minta Conte Bersabar

Meskipun dikabarkan memang sudah merekrut sejumlah nama baru, walaupun nama-nama tersebut belum bermunculan di publik, namun ternyata Antonio Conte selaku pelatih tidak menunjukkan rasa senangnya dengan aktivitas Marotta beberapa waktu lalu. Ia menganggap Inter bekerja sangat lambat, terutama dalam hal menjual pemainnya. Conte pun terlihat sekali memang pelatih yang tidak sabar menunggu prosesnya dan banyak beberapa orang memberikan masukkan untuk Conte bersabar.

Conte beranggapan bahwa nama-nama yang kunjung dilepas oleh Inter Milan, nama tersebut seperti Icardi dan Radja Nainggolan, telah menghambat upaya Nerazzurri untuk mendatangkan pemain anyar. Untuk ini, Marotta meminta seluruh elemen Inter, tak terkecuali Conte, agar bisa bersabar. Seperti yang tadi diawal juga sudah ditekankan untuk sang pelatih.

“Kami paham dengan kesulitan yang sedang dihadapi. Tak memiliki striker sangat membatasinya dan membuatnya bekerja lebih keras,” tambah Marotta.

“Namun, bursa transfer musim panas ini masih panjang dan belum benar-benar hidup. Kami semua harus bersabar,” tandas sosok berusia 62 tahun tersebut kepada bet789inc.com.

Federico Bernardeschi Angkat Suara, Soal Federico Chiesa Yang Ingin Bergabung Dengan Juventus

By admin 4 bulan ago

Rumor saat ini mengenai pemain muda berusia 21 tahun, Federico Chiesa yang ingin meninggalkan Fiorentina dengan tujuan demi bergabung dengan Juventus membuat salah satu pemain Juventus berusia 25 tahun, Federico Bernardeschi angkat suara. Apa isinya? Ia memberikan sedikit saran bagi pemain muda tersebut untuk masa depannya.

Kedekatan Juventus dan Chiesa sebenarnya sudah diberitakan sejak musim panas tahun 2018 lalu selain faktor usia memang Chiesa sudah diminati oleh pelatih Juventus pada musim itu. Tapi isunya kembali mencuat pada bursa transfer musim panas ini walaupun lini depan Bianconeri sendiri sudah penuh dengan pemain bertalenta.

Kabar terakhir menyebutkan bahwa penyerang berumur 21 tahun tersebut sedang memaksakan diri untuk hengkang dari Artemio Franchi. Bahkan ia sampai disidak oleh beberapa petinggi La Viola dalam bus milik tim sendirian baru-baru ini.

Lalu klub Fiorentina sendiri seperti yang pernah diungkapkan oleh Rocco Comisso selaku pemilik klub, tak ingin membiarkan Chiesa pergi dan tetap mempertahankan pemain mudanya tersebut. Terlebih jika sang penyerang memilih Juventus sebagai labuhan berikutnya.

Tentu saja pemberitaan tersebut sampai ke telinga Bernardeschi yang saat ini membela di Juventus, yang sudah lebih dulunya meninggalkan Fiorentina demi gabung Juventus pada tahun 2017 lalu. Pria berumur 25 tahun itu hanya bisa memberinya sedikit saran untuk pemain yang sama-sama berkebangsaan Italia tersebut.

“Sudah benar bahwa dia membuat keputusannya sendirian, hanya dia yang bisa membuat keputusan untuk dirinya sendiri,” ujar Bernardeschi kepada awak media, seperti yang dikutip dari Football Italia.

“Bagi saya, itu krusial: kami bermain bersama selama dua tahun dan bersama di Timnas, tapi saya selalu meninggalkan dia sendirian,” lanjutnya.

Rivalitas Fiorentina-Juventus

Rivalitas yang terjadi saat ini antara Fiorentina dan Juventus sendiri sudah berlangsung lama. Dan kalau kita bisa flashback semuanya tercatat dan sudah dimulai pada musim 1981-1982, di mana kedua tim berebut gelar Serie A. Waktu itu, Juventus keluar sebagai pemenang di pekan terakhir dan Fiorentina harus puas di posisi kedua.

La Viola mencium adanya kecurangan pada saat itu. Bahkan playmaker Fiorentina, Giancarlo Antognoni, dengan tegas mengatakan ‘Ci hanno rubato il titolo’, yang berarti ‘mereka telah mencuri gelar’. Tifosi La Viola lalu menambahkan ‘lebih baik jadi runner-up ketimbang pencuri’.

Kondisi semakin diperkeruh oleh Roberto Baggio yang memutuskan untuk bergabung dengan Juventus di tahun 1990. Ya, sosok legenda tersebut sebelumnya berstatus sebagai idola Fiorentina. Kepergiannya memicu kerusuhan di Kota Florence pada waktu itu.

Bernardeschi sendiri akhirnya mengikuti jejak Baggio, dan membuatnya kini menjadi public enemy Fiorentina. Saat kembali ke Artemio Franchi beberapa bulan setelahnya dengan seragam Juventus, ia mendapatkan ejekan dari para tifosi La Viola. Tapi mereka langsung terdiam begitu Bernardeschi membuktikan dengan kemampuannya saat berhasil mencetak gol melalui tendangan bebas.

Faktanya, Juventus Tak Pernah Pertimbangkan Dan Ada Niat Untuk Memanggil Conte Sebagai Suksesor Allegri

By admin 4 bulan ago

Setelah menjabat sebagai pelatih, Massimiliano Allegri memutuskan hengkang dari Juventus, dan sempat kabar yang muncul membicarakan Antonio Conte dimana sempat dirumorkan sebagai salah satu penggantinya. Tetapi pada kenyataannya, pria yang kini melatih Inter Milan tersebut sama sekali tidak pernah mendapatkan panggilan dari Bianconeri.

Seperti yang diketahui, Conte dulunya pernah menukangi Juventus dan berhasil memberikan kontribusi yang besar. Ia datang saat Bianconeri sedang terpuruk dan langsung memberikan gelar Scudetto pertama. Torehan itu menjadi awal mula dominasi Juventus di Italia.

Saat Allegri dipastikan sudah resmi hengkang pada akhir musim 2018-2019 lalu, Conte disebut sebagai salah satu kandidat penggantinya. Torehannya bersama Chelsea dalam dua musim masih bisa dikatakan apik walau tidak berakhir manis, di mana ia dipecat pada tahun 2018 lalu.

Tapi, pada akhirnya Conte kembali ke Italia, dan tidak memutuskan untuk mendarat di Turin. Ia memilih berbelok ke Kota Milan dan bergabung dengan Nerazzurri. Namun pria berumur 49 tahun ini juga tidak merasa telah melarikan dari tugas dan tanggung jawabnya, karena Juventus sendiri tak pernah menghubunginya.

“Tidak, saya tak pernah dekat dengan bangku Juventus. Saya tak pernah mendapatkan panggilan telepon apapun, hanya Inter yang selalu menunjukkan ketertarikan kepada saya,” ucap Conte dikutip dari Football Italia.

“Karena alasan itulah saya merasakan tanggung jawab yang besar kepada klub baru saya, untuk membangun sesuatu yang tak pernah hadir pada saat ini,” lanjutnya.

Inter Butuh Waktu

Lalu kemudian Conte bergabung dengan Inter pada akhir bulan Mei yang lalu belum lama ini. Namun tak lama berselang, ia menarik perhatian publik dengan berita yang di kabarkan ia mengeluhkan kinerja manajemen di bursa transfer musim panas ini. Conte menilai mereka bekerja dengan lambat.

Tetapi ia akhirnya mengubah tanggapannya setelah direktur Inter Milan, Giuseppe Marotta, angkat bicara seputar masalah Financial Fair Play yang pernah mengganggu Nerazzurri. Pria yang pernah melatih Timnas Italia itu juga sudah bertemu dengan manajemen untuk memperjelas situasi yang ada sehingga Conte di minta untuk terus bersabar dan fokus dengan apa yang sudah menjadi tanggung jawab dia.

“Saya tak perlu diyakinkan. Presiden, direktur, dan saya berbincang dengan sangat tenang. Saya pikir kami bisa sedikit merefleksikan diri. Setelahnya, keputusan akan dibuat untuk kebaikan Inter sambil menghitung semuanya, tidak hanya di atas lapangan tapi juga FFP,” tambahnya.

“Tentu saja, keputusan juga bisa memberikan keseimbangan dan perubahan harapan. Suning membawa perubahan utnuk klub, tapi waktu dibutuhkan untuk membangun pondasi yang kokoh dan membawa klub ke level yang pantas,” tutup dan tandasnya.

Juventus VS Inter Milan, Ini Akan Menjadi Sebuah Laga Emosional Untuk Antonio Conte!

By admin 4 bulan ago

Antonio Conte pelatih berusia 49 tahun ini, tak perlu waktu lama untuk menghadapi mantan klubnya, Juventus. Meskipun dipertemukan di ajang pramusim International Champions Cup, namun pelatih Inter Milan itu tetap merasakan rasa nervous, deg-degan di dadanya.

Seperti yang diketahui, Conte pernah menukangi Juventus beberapa tahun lalu sampai akhirnya Juventus sudah mempunyai pelatih anyar Maurizio Sarri. Pada musim perdananya, ia berhasil mempersembahkan gelar Scudetto tanpa kekalahan yang kemudian menjadi awal dominasi Bianconeri di kompetisi domestik.

Bahkan semasa aktif sebagai pemain pun, ia menghabiskan waktu banyak dengan seragam hitam putih khas Juventus. Selama 13 tahun Conte berstatus sebagai pemain Bianconeri sampai akhirnya pensiun pada penghujung musim 2003-2004.

Lalu perjalanan Conte dimulai kembali ketika ia diangkat sebagai pelatih Inter Milan pada akhir Mei 2019 belum lama ini, dan langsung diberikan kesempatan menghadapi bekas timnya tersebut dalam kurun waktu beberapa bulan saja. Jelas, pastinya banyak yang menilai kelihatan juga jika pria yang sudah mempunyai satu anak ini, ada perasaan emosional yang tumbuh di dalam dirinya jelang perrtemuan itu.

“Sudah pasti, akan ada perasaan emosional di bagian saya. Ini adalah pertama kalinya saya menghadapi Bianconeri sebagai lawan sejak hubungan saya dengan mereka berakhir,” tutur Conte dalam konferensi pers jelang menghadapi Juventus, dikutip dari Football Italia.

“Melihat banyak teman saya lagi tentu akan menyenangkan, tapi itu semua akan dikesampingkan begitu permainan dimulai. Juve adalah lawan bagi saya dan Juve pun menganggap saya demikian,” lanjutnya.

Kabar Baik Untuk Conte

Pertandingan dengan melawan Juventus akan digelar di Nanjing Olympic Sports Center Gymnasium, Tiongkok, pada hari Rabu tanggal 24 Juli 2019 pada malam nanti. Dan ada kabar yang menyatakan, jelang pertandingan, Conte mendapatkan kabar baik seputar pemain asuhannya.

Ia mengkonfirmasi bahwa Matias Vecino dan pemain barunya, Diego Godin, mulai kembali berlatih bersama rekan-rekannya. Keduanya diberi kesempatan untuk bergabung belakangan karena baru saja membela Timnas Uruguay di ajang Copa America 2019. Hal tersebut menjadi kabar yang sedikit melegakan untuknya karena dua pemain tersebut bisa sangat membantu dalam berjalannya pertandingan nanti malam.

“Vecino baru datang setelah cedera dan sedang berlatih, sambil menghormati waktu pemulihan meskipun kami sudah sangat dekat dengan masa kembalinya,” tambahnya.

“Godin sudah mulai berlatih bersama kami. Mereka berdua adalah pemain yang hebat dan saya senang bisa memiliki mereka kembali,” tutup dan tandasnya.

Juan Mata Jelaskan Pentingnya Paul Pogba Untuk Manchester United

By admin 4 bulan ago

Mata sangat berharap Paul Pogba mau bertahan di Manchester United meski ia diincar beberapa klub papan atas Eropa. Dia yakin Pogba sangat penting bagi perkembangan MU kedepannya.

Menilai perihal masa depan Pogba ini terus menguat dalam dua pekan terakhir. Pogba sudah mengutarakan hasratnya meninggalkan klub, Juventus dan Real Madrid jadi dua peminat utama.

MU tetap bersikeras mempertahankan Pogba walau banyak sekali tawaran yang dapat menggoda sang pemain. Setan Merah sengaja memasang harga tinggi, 150 juta euro, untuk mengusir klub-klub yang tertarik membeli Pogba dari skuat Setan Merah.

Tidak cukup hal itu, Ole Gunnar Solskjaer sudah menegaskan bakal mempertahankan Pogba dengan memenuhi keinginan gelandang asal Menara Eifel itu. Pogba ingin tantangan baru, Solskjaer siap memberikan banyak tantangan bagi sang pemain.

“Kita semua mengenal Paul dan dia adalah gelandang fantastis, dia juga pria yang sangat baik, sangat positif, memberikan dampak positif bagi semua orang,” kata Juan Mata dikutip dari Irish Examiner.

“Saya kira dia bahagia, dia menyatukan semua pemain. Namun, saya tidak bisa berbicara untuk keputusan orang lain. Saya tidak bisa berkomentar demi diri saya, demi masa kini, dan demi masa depan saya di klub.”

“Jelas, sebagai rekan setim, juga sebagai teman, saya berharap dia bertahan dan bahagia, sebab dia pemain yang sangat bagus untuk kami, tetapi saya tidak bisa berkata lebih,” tambah Juan Mata kepada media.

Keputusan Pogba

Los Blancos dikabarkan tertarik, dan United dikabarkan mengeluarkan banyak cara untuk mempertahankan sang pemain. Bagaimanapun, keputusan ada di tangan Pogba. Di era sepak bola yang sekarang, pemain punya kekuatan untuk menentukan nasib mereka masing-masing.

Pogba bisa memanfaatkan media untuk menekan MU. Sejarah mencatat bahwa Madrid seringkali mendapatkan pemain yang mereka inginkan, sesulit apa pun itu seperti tidak ada yang mustahil bagi skuat ibu kota Spanyol tersebut.

Bukan hanya itu, Madrid pun harus menyodorkan tawaran konkret yang mungkin sulit ditolak United. Yaitu mahar senilai 150 juta euro sebenarnya tidak sulit untuk Madrid, tetapi mereka harus menjual beberapa pemain terlebih dahulu untuk menghindari pelanggaran Financial Fair Play FIFA.

Bahagia Ketika Bermain Bersama Lionel Messi Itukah Perasaan Neymar?

By admin 4 bulan ago

Filipe Luis berharap Neymar bisa meninggalkan PSG untuk kembali ke skuat juara La liga, Barcelona. Dia yakin transfer itu bakal menguntungkan semua pihak, termasuk sepak bola Brasil.

Melihat beberapa pekan terakhir, hasrat Neymar meninggalkan PSG bukan lagi menjadi rahasia. Baik pelatih maupun direktur olahraga PSG sudah mengakui bahwa pemain terbaik mereka ingin meninggalkan PSG klubnya saat ini.

Kabarnya, Neymar hanya ingin pulang ke Barcelona demi menyelamatkan kariernya. Dia menyesali keputusannya meninggalkan Camp Nou dua tahun lalu dan ingin kembali ke Blaugrana.

Menilai berbagai factor yang ada, kepulangan Neymar tidak akan mudah. PSG mendapatkannya dengan 222 juta euro, dan kini hanya mau melepasnya untuk 300 juta euro. Barca harus berusaha keras demi mendapatkan Neymar kembali ke Barca.

Hingga saat ini, belum ada tawaran resmi yang diterima PSG. Barca sudah mengajukan dua tawaran dengan skema uang plus pemain, tetapi keduanya masih belum bisa membuat PSG tertarik dengan mahar yang ditawarkan.

Bagaimanapun, meski membutuhkan keajaiban, Luis berharap Neymar bisa pulang ke Barcelona. Dia yakin itulah yang terbaik untuk semua pihak saat ini.

“Saya berharap dia bisa menyelesaikan karier di Barcelona. Di Barca, Neymar bahagia. Saya ingin dia menikmati permainan dan bermain di samping Messi,” sebut Luis kepada Cope.

“Saya berharap, untuk kebaikan sepak bola Brasil, Neymar bisa pulang ke Barca, tetapi saya tahu itu tidak akan mudah.” Tandasnya.

Lionel Messi Dan Neymar Jr

Diluar dari harapan Luis, sebenarnya kepulangan Neymar ke Barcelona hanya tinggal menunggu persetujuan PSG. Barca harus menyiapkan tawaran terbaik yang tidak bisa ditolak PSG agar semua rencana ini berjalan lancar.

Diberitakan salah satu alasan Barca berusaha keras memulangkan Neymar adalah demi memuaskan hasrat sang kapten, Lionel Messi. Penyerang Argentina itu menginginkan kepulangan Neymar untuk membantu perkembangan timnya saat ini.

La Pulga sudah lama merindukan Liga Champions, dan dia gagal mendapatkannya dalam dua musim terakhir. Ketika bersama Neymar, Messi meraih treblewinner terakhir beberapa tahun lalu, dan dia ingin mengulangi prestasi itu musim depan bersama teman baiknya pada musim berikutnya bergulir.